Konbawa. Selamat malam :) Kapan terakhir kalinya aku ngepost di blog ini? Aku lupa. Pokoknya seingetku postingan terakhir isinya cerpen. Cerpen itu asli buatanku lho! (walaupun ada tambahan dari mbakku) Tapi, overall yang buat itu aku. Titik. Hahaha.
Sudahi mengenai cerpen itu. Lagian, cerpen itu masih banyak typo sana sini ternyata -_-v Masih banyak yang perlu direvisi. Harap maklum laah, aku masih amatir dalam bidang tulis-menulis, padahal aku udah punya blog selama lebih dari dua tahun ._. dan kemampuan menulisku seperti stagnan. Teteeep aja dari hari ke hari. Kurang kritik kali ye? Mungkin :/ Nggak banyak sih yang mau baca blog ku. Kan blog ku nggak penting. Nggak menarik. Nggak nyenengin. Bikin mata pegel kalau baca postingan panjang. Pokoknya nggak apa itu namanya.. yang ada di pelajaran TIK SMP.. Nah, Ergonomis! Blog ini bener-bener nggak ergonomis. Belum lagi ditambah ada beberapa postingan yang masih pakai bahasa 4lAy -_- Eh, tapi nggak huruf gede-kecil lho ya. Aku nggak separah itu. Tapi, juga termasuk parah sih :p hahaha.
Aku kali ini sebenernya pengen share cerita banyak banget. Mulai dari mana ya? Entahlah. Mungkin semau jariku yang terus menari di atas keyboard ini. Lalalaa. Mengikuti alunan lagu di kepalaku yang nggak tahu pemutar musiknya di mana, soalnya sebenernya aku lagi nggak nyetel musik (jadi, semacam ada lagu muter sendiri di kepala gitu). Aku pas ini lagi hampa. Bener-bener hampa. Kosong. Aku lagi dalam kekosongan. Kekosongan yang penuh. Kosong kok penuh? Entahlah. Aku juga bingung. Pokoknya aku ngerasa kosong. Tapi pikiranku penuh. Intinya gitu. Aku nggak sanggup mikirin apa yang bikin perasaanku kosong. Yang jelas sekarang, aku lagi nggak niat ngapa-ngapain. Yaa, mungkin cuma niat satu. Nulis di blog ini. Soalnya aku nggak punya tempat lain yang bisa dipakai buat curhat. Aku ngerasa blog ini kayak diary ku. Nggak sepenuhnya diary sih, soalnya aku trauma akan masa lalu yang berhubungan dengan blog dan curhat. Stop! Itu masa lalu. Biarin lewat aja. Sekarang, hadapi masa kini dan mendatang! Chayoo!
Tapi.... walaupun aku ngemotivasi diriku sendiri kayak gitu, aku tetep ngerasa ada bagian diriku yang hilang. Aku nggak tahu itu apa. Yang jelas, kayak yang aku bilang tadi, aku ngerasa kosong tapi penuh. Aku pengen cerita ke sahabat, jauh semua. Cerita ke keluarga, keluarga aja baru ada masalah, masa mau nambahi masalah? Satu-satunya pelampiasan ya di blog ini. Aku nggak peduli lagi siapa aja yang baca dan celaan apa yang bakal aku dapetin setelah aku mencet tombol oranye yang tulisannya "Publikasikan" nanti. Pokoknya aku mau nulis nulis dan nulis. AMAIC. As Much As I Can. Aku pengen ngeluapin semuanya. Mending aku luapin dalam bentuk tulisan di sini kan daripada aku luapin dalam bentuk tangisan di bantal? Atau dalam bentuk luapan emosi yang berkobar (wuiiiss)? Yaudah. Aku mulai (berarti tadi masih semacam basa-basi ya? Huahaha. Maaf)
Aku mulai cerita dari kakak kelas yang di ekskul itu aja ya? Hahaha. Mulainya dari yang seneng-seneng dulu aja. Biar pas part sedihnya nanti dapet suasananya. Haha. Ceritanya, kakak kelas itu punya blog (aku udah cerita belum sih?). Intinya, dia itu satu-satunya cowok yang aku tahu, rajin banget ngupdate blog punyanya. Bahkan jauh lebih update an blognya daripada akun fb ataupun twitternya! Dan itu salah satu caraku buat stalking dia. Hehehe. Seenggaknya aku punya kerjaan di waktu luang gitu. Aku juga hobi blogwalking kok. Jadi, nggak ada salahnya dong buka-buka blognya dia. Lagian, isi blognya asik kok. Dia (kayak) punya kepribadian ganda. Jadi, kalau salah satu kepribadiannya down, diganti sama kepribadian yang lain. Aku tahu itu semua, ya dari blognya. Selain itu, blognya isinya galauannya dia (aku paling nggak suka itu!). Dia galauin seseorang. Perempuan pastinya. Aku awalnya udah nebak siapa orangnya. Dan ternyata beneran itu orangnya (dia buat pengakuan pada akhirnya). Ada juga postingannya dia yang bikin aku (agak) marah. Soalnya ada kata-kata di postingan itu yang di-capslock dan isinya marah-marah. Intinya dia bilang kalau dia malah benci orang yang nyemangatin dia dalam hal "suka-menyukai". Kenapa aku marah? Soalnya aku nggak pernah ngerasain gimana rasanya disukain. Bahkan disukai sama temenku sendiri. Aku selama ini ngerasa jadi orang yang merupakan pilihan terakhir, bukan pilihan yang utama. Aku sering ngerasa terbuang. Jadi, intinya aku iri sama kakak kelas itu, karena dia punya banyak fans yang nyemangatin dia. Sedangkan aku? Yang ngefans sama aku aja nggak ada. Jangankan ngefans, yang betah sama aku aja nggak ada. Kecuali keluarga tentunya. Selain itu, aku ngerasa marah soalnya kakak kelas itu kayak nggak mensyukuri banget gitu lho. Dia dikasih semangat, bukannya memperjuangin rasa sukanya, tapi malah galau terus. Yaa, di dunia nyata emang nggak begitu kelihatan sih kalau galau, tapi di blognya itu lhoo. Galaunya kelihatan pakai banget! Udah gitu, malah marah pas disemangatin. Hadeh.. Udahlah, tentang masalah kakak kelas itu. Toh sekarang, blognya udah dihapus. Alasannya? Aku juga kurang tahu. Pokoknya setelah event ekskul kita, dia ngehapus blognya. Sekian.
Masalah kedua, nilai. Huwaaa. Nilaiku turun :( Itu salahku. Aku tahu aku emang salah. Gimana bisa dapet kursi di mapel kesukaan pas mid semester? Padahal aku ngerasa cukup bisa ngerjain test itu! Huhuhuhu.. Aku sedih. Rankingku juga turun. Nggak usah dishare jadi ranking berapa. Intinya turun jauh. Dari situ, aku jadi takut dilarang ikut ekskul. Aku juga takut kalau dilarang megang hape. Aku juga takut dilarang ini-itu. Pokoknya dari situ, aku jadi serba-takut. Mood ku merosot jatuh. Dan u know what, nggak ada yang mau megangin aku waktu aku merosot jatuh. Jadinya, terjun bebas deh. Hm. Sebenernya, kalau boleh jujur, aku butuh pelukan. Pelukan menenangkan. Kayak yang dideskripsiin di novel-novel itu. Aku pengen itu. Aku pengen ada yang peduli sama aku. Aku pengen ada yang merhatiin aku. Aku cukup ngenes selama ini. Aku naikin mood ku sendiri. Aku jadiin sesuatu yang nggak penting jadi mood booster. Intinya aku cukup nelangsa. Aku terlalu sering jatuh. Ditindas. Diinjak-injak (Oke, ini mulai berlebihan!). Dan nggak ada orang lain yang nawarin pundaknya buat aku nangis. Nggak ada yang peka. Huhu. Tapi nggak papa. Aku udah kebal. Sekarang nggak usah khawatir. Aku bisa berdiri sendiri. Aku bisa berdiri lagi setelah jatuh terjerembap. Aku bisa mendaki lagi! Mungkin emang nggak secepet dulu, tapi aku masih bisa. Aku udah kebal! Semangat! Ganbatte!
Selanjutnya, ada masalah lagi. Kalau yang ini, mulai munculnya baru kemarin. Masalah keluarga. Bagiku, ini merupakan suatu hal yang tabu untuk dishare. Tapi, hati kecilku bilang kalau aku harus ngeshare. Waktu aku ngetik ini aja, aku masih bimbang antara ngeshare atau nggak. Makanya aku panjang-panjangin tulisan ini, sembari aku mikir perlu nggak nya ngeshare masalah keluarga di sini. Kayaknya sih, nggak usah aja ya? Soalnya ini masalah keluarga. Aku juga mendadak inget tentang rambu-rambu curhat yang pernah aku baca waktu SD di majalah anak-anak. Rambu nomor satu adalah jangan sembarangan cerita mengenai masalah keluargamu, atau kamu akan tahu sendiri akibatnya. Bisa berupa dikucilkan, diolok-olok, dicela, bahkan dianggap bahwa masalah itu merupakan aib keluarga yang sudah diumbar. Hayolooo.. padahal salah satu kewajiban seorang anak adalah menjaga nama baik keluarga. Aku nggak mau dong sampai dikira ngumbar aib keluarga, walaupun aku tahu itu sebenernya bukan merupakan aib. Jujur, sebenernya aku tahunya masih samar-samar mengenai masalah keluarga ini. Bukannya nggak ada kejelasan atau gimana, tapi lebih ke akunya yang nggak mau nyari tahu kejelasan. Aku belum siap. Mentalku masih down gara-gara nilai. Aku masih di ujung tanduk. Aku masih belum siap buat nerima segala kemungkinan terburuk. Itu salah satu kejelekanku. Takut akan risiko yang akan diterima. Sebenernya bukannya takut. Cuma belum siap sama kemungkinan terburuk. Aku sering mikir negatif dan entah gimana ceritanya pikiran negatif itu malah seringnya jadi kenyataan. Dan aku nggak pengen itu terjadi untuk masalah ini. Titik.
Berikutnya, EXO's comeback is postponed -_- cukup jelas. Kabar-kabarnya sih gara-gara Kris ngilang. Aku nggak tahu itu hoax apa bukan. Masa sih pacarku ngilang? Orang jelas-jelas sekarang lagi malem mingguan sama aku di sini (?) (Perhatian. Tolong diabaikan. Merupakan pelampiasan emosi seorang fangirl!) Hahaha. Intinya comebacknya EXO ditunda (lagi). Nggak tahu bakal sampai kapan -_- Bisa aja nunggu sampai umurnya EXO genap 1 tahun? Mungkin aja kan? Yah, itu urusan pihak perusahaan. Sini cuma bisa nerima apa yang bakal terjadi.
Sekian masalah-masalah dari saya. Sepertinya itu sudah terlalu banyak. Dan saya yakin bagi Anda yang sudah membacanya pasti mata Anda sekarang perlu untuk berkedip. Kasihan mata Anda. Cepat ambil tetes mata agar tidak iritasi. Terimakasih sudah merelakan waktu Anda untuk membaca semua ini (emang ada yang mau?). Sekian dan terimakasih banyak (lagi). Konbawa~

0 droplet(s):
Posting Komentar